PENTINGNYA PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

PENTINGNYA PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BAGI GENERASI BANGSA

oleh Yusran Kapludin 2010

Pendidikan lingkungan harus mengacu pada kesepakatan bersama antara Men LH dengan Mendiknas. No. KEP 07/MEN LH/06/2005 dan No.05/VI KE/2005  tanggal 3 juni 2005 agar pendidikan lingkungan dikembangkan berdasarkan konsep dasar tentang lingkungan hidup yang diterapkan dalam keseluruhan jenis dan jalur pendidikan ilmu pengetahuan di segenap  jenjang dari SD sampai di Perguruan Tinggi. Pendidikan tidak hanya berupa formal tetapi juga non formal melalui kelembagaan resmi pemerintah maupun swadaya masyarkat.

Pendidikan lingkungan harus mampu mendorong terjadinya integrasi kearifan sikap dan prilaku dalam menghadapi masalah yang timbul karena tatanan alam (gempa bumi, meletusnya gunung berapi, dsb) dengan kerusakan atau kerugian karena prilaku jenis mahluk hidup termasuk manusia. Kemudian harus diintegrasikan pula dalam upaya mengurangi dan memperkecil kerusakan serta pencemaran sebagai akibat perbuatan kita.

Jadi pengelolaan lingkungan dilaksanakan melalui pendidikan lingkungan yang misinya adalah pendidikan kearifan sikap, moral maupun spiritual dalam realitas prilaku kehidupan saat ini dan masa depan bagi keselamatan dan kesejahteraan ekosistem dimana kita berada.

Dalam mengarahkan kearifan sikap dan  prilaku bagi keselamatan dan kesejahteraan seluruh ekosistem di bumi diperlukan pemahaman tentang hubungan timbale-balik keterkaitan antara faktor alam, (Soerjani Mohamad; 2009).

Implikasi lingkungan hidup belum  begitu diperhatikan dlam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Keadaan ini disebabkan karena:

1). Pengetahuan dasar pendidikan umum selama ini belum atau tidak banyak menyangkut segi-segi lingkungan hidup secara khusus meskipun sebernarnya ada dalam berbagai mata pelajaran hal ini belum memberikan banyak kontribusi  dan relevansi lingkungan hidup dengan pelajar.

2). Keahlian. Berkaitan dengan itu aahli-ahli Indonesia yang khusus mendalami masalah lingkungan hidup sangat terbatas jumlahnya, banyak pengelola dan perencana sumberdaya alam serta lingkungan tidak di bekali pengetahuan dan ketrampilan yang cukup

3).  Penelitian dan data.

Pengetahuan tentang keadaan lingkungan hidup Indonesia masih sangat kurang dan masih banyak hal-hal yang belum diketahui, bagian yang cukup besar dari pengetahuan mengenai lingkungan hidup didasarkan pada penelitian yang dilakukan di Negara barat yang mempunyai kondisi alam dan lingkungan yang berbeda, sehingga belum tentu sepenuhnya sesuai dengan keadaan lingkungan Indonesia.

4). Teknologi

Pemilihan teknologi yang kurang tepat membawa pengaruh dalam jangka panjang pada lingkungan hidup yang tidak diduga sebelunnya. Misalnya pemilihan” combustion engine” membawa masalah pencemaran udara dan pengunaan bahan bakar dari sumber daya alam tidak dapat diperbaharui, dan pengunaan insektisida tertentu ternyata dapat memberikan pengaruh berantai.(Soerjani M et al, 2008)

Dalam penerapan pendidikan lingkungan hidup di dunia pendidikan formal ternyata bahwa kegiatan – kegiatan pendidikan kependudukan yang telah lebih dulu di implementasikan dengan kegiatan pendidikan lingkungan hidup  merupakan kegiatan yang saling melengkapi, kasadaran akan pentingnya pencapaian tujuan yaitu mengembangkan manusia yang tahu, sadar mau trampil dan bertanggungjawab memilihara hubungan serasi dengan sesamanya, dan dengan lingkungan hidup yang memberikan tekanan pada masalah kependudukan karena sifat pendidikan lingkungan hidup yang interdisipliner, maka pengembangannya seharusnya tidak hanya dilakukan oleh pendidik tetapi secara bersama-sama dengan para ahli-ahli disiplin ilmu lain. ( Kaligis J.R.E et all,  2005 )

Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi FKIP berkewajiban melaksanakan tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sesuai dengan surat keputusan menteri Dikbud N0. 1211/U/1982, PP No. 3 tahun 1980 dan pedoman pelaksanaan pola pengembangan Sisitem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti.

Tugas utama FKIP sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan adalah mendidik dan menghasilkan guru professional berbagai bidang studi, untuk berbagai tingkat dan jenis pendidikan, sesuai dengan berbagai jenis bidang studi ilmu pengetahuan maupun ketrampilan yang diprogramkan, hal ini berarti bahwa FKIP menpunyai tugas untuk memilihara dan mengembangkan disiplin ilmu yang ada. Tetapi pembinaan, pemeliharaan dan pengembangan ilmu tersebut selamanya berada dalam kawasan ilmu pendidikan.

Menurut Surat Keputusan menteri Dikbud No. 0913/U/1976 di IKIP dan FKIP,  pendidikan kependudukan harus diajarkan sebagai suatu matakuliah berdiri sendiri. Dengan diterbitnya Surat Keputusan Menteri Dikbud No. 0212/U/ 1982 tentang pedoman penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No. 20/DJ/Kep/1983 tentang kurikulum inti Program Sarjana dan program Diploma bidang kependidikan, maka SK Mendikbud No. 0193/U/1976 tersebut menjadi batal. (Yusuf Muftuchah, et all 1989 ; 23)

PKLH sebagai matakuliah kekhususan program studi juga tidak dapat ditinggalkan karena sebagai lulusan  LPTK harus berkemampuan mengajar PKLH secara terintegrasi di SMTP dan SMA. Disekolah  dasar  dan sekolah menengah PKLH telah diintegrasikan kedalam mata pelajaran (bidang studi) IPS, IPA, Agama dan olahraga serta kesehatan (pendidikan Jasmani) Penyampaian pengetahuan dan pembentukan sikap serta prilaku melalui teknik pengajaran integrative memerlukan cara yang berbeda  dengan bila diberikan dengan metode monolitik. (Yusuf Muftuchah, et all 1989)

Oleh karena petunjuk pelaksanaan Surat Keputusan Mendikbud No. 0193/U/1976 ini tidak pernah diterbitkan, maka dalam pelaksanaanya IKIP / FKIP menempuh kebijakan yang sama memasukan pendidikan kependudukan  yang selanjutnya berubah menjadi pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup  (PKLH) sebagai mata kuliah dasar umum atau MKDU, sedangkan ada lembaga FKIP dan IKIP lain menjadikan PKLH sebagai  matakuliah kekhususan program studi tetapi ada juga IKIP/FKIP yang tidak mengunakan pendekatan monolitik malainkan seperti yang ditetapkan dalam SK Mendikbud tersebut yaitu menjadikannya secara integrative, dengan mengintegrasikan PKLH kedalam mata kuliah ISBD. (Yusuf Muftuchah, et all 1989)

Keberhasilan proses penyadaran serta pengubahan pandangan terhadap lingkungan hidup beserta masalah-masalahnya pada anak didik sebagaian besar ditentukan oleh kurikulum program studi maupun sekolah serta kemampuan guru-guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kemampuan guru ini ditentukan oleh bagaimana pandangannya sendiri terhadap lingkungan hidup.

Beberapa aspek yang menonjol setelah komperensi di Tbilisi mengenai pendidikan lingkungan hidup dikemukakan oleh Unesco – UNEP dalam kongres Internasional mengenai pendidikan lingkungan hidup di Moskow, 17-21 Agustus 1987. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program pendidikan lingkungan hidup adalah:

  1. Proses pengurangan sumber daya alam berlangsung lebih cepat dibandingkan pemulihannya.
  2. Keterkaitan Kependudukan dengan perkembangan dan lingkungan hidup sangat erat di negara –negara berkembang pertambahan penduduk diikuti penurunan kualitas lingkungan hal ini menandakan bahwa ada hubungan yang erat antara kepadatan penduduk  yang tinggi dengan degradasi lingkungan.
  3. Negara sedang berkembang masih menderita akibat kurangnya pembangunan meskipun secara umum dunia telah mengalami perbaikan kesehatan.
  4. Pencemaran tetap merupakan bencana bagi sungai, tanah, atmosfer, danau dan kehidupan manusia.

Kesemuanya ini merupakan tantangan bagi dunia pendidikan bila menghendaki pembangunan berkelanjutan yang mencakup kebutuhan dasar bagi semua serta membuka kesempatan mewujudkan aspirasi untuk kualitas yang lebih baik. ( Kaligis J.R.E et all,  2005 )

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain. (UULH 32 tahun 2009) http://www.menlh.go.id aksess 10 Oktober 2010

Pendidikan lingkungan hidup adalah upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Pendidikan lingkungan hidup formal adalah kegiatan pendidikan di bidang lingkungan hidup yang diselenggarakan melalui sekolah, terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dan dilakukan secara terstruktur dan berjenjang dengan metode pendekatan kurikulum yang terintegrasi maupun kurikulum yang monolitik (tersendiri).

Kelompok usia remaja merupakan sumberdaya yang sangat potensial dimasa mendatang jika dipersiapkan dengan baik melalui proses pendidikan. Berkaitan dengan pengetahuan tentang pelestarian lingkungan hidup dan kependudukan guna menjamin pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, pemerintah melaksanakan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) secara formal mulai tingkat SD sampai Perguruan Tinggi sejak tahun 1975. Namun masih banyak pelajar terlibat masalah kenakalan remaja. Dan  kondisi sosial guru yang baik seperti pengalaman mengajar, kesejahteraan, terjalinnya komunikasi dengan orang tua siswa, pengarahan dan pengawasan kepala sekolah/pimpinan sekolah, pengadaan literatur yang berhubungan dengan PKLH dan penataran PKLH dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh positip terhadap partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan hidup. (Syahdian, 2004 ) library.usu.ac.id/download/ft/tesis-syahdian.pdf aksess 30 Oktober 2010

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s