Pembelajaran Kooperatif

oleh Yusran Kapludin. 2010

Men urut UNESCO, pendidikan pada abad ini harus diorientasikan terhadap pencapaian 4 pilar pembelajaran yaitu : (1) Learning to know (belajar untuk tahu),  (2) learning to do(belajar untuk melakukan) , (3) Lerning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri) (4)learning to live together (belajar bersama dengan orang lain).

Posamentier (1999: 12) dalam (Brown D., 2008) secara sederhana menyebutkancooperative learning atau belajar secara kooperatif adalah penempatan beberapa siswa dalam Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang didalamnya mengkondisikan para siswa bekerja bersama-sama didalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lain dalam belajar. Pembelajaran kooperatif didasarkan pada gagasan atau pemikiran bahwa siswa bekerja bersama-sama dalam belajar, dan bertanggung jawab terhadap aktivitas belajar kelompok mereka  seperti terhadap diri mereka sendiri. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang menganut paham konstruktivisme. Menurut  Slavin (dalam Krismanto, 2003: 14) menyatakan bahwa pendekatan konstruktivis dalam pengajaran secara khusus  membuat belajar kooperatif ekstensif, secara teori siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikannya dengan temannya. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menggunakan pembelajaran kooperatif merubah peran guru dari peran yang berpusat pada gurunya ke pengelolaan siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Menurut teori konstruktivis, tugas guru (pendidik) adalah memfasilitasi agar proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan pada diri sendiri tiap-tiap siswa terjadi secara optimal.

 

  1. A. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Model Kooperatif

Menurut Arends (1997: 111),dalam (Brouwn D, 2008) pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a)    siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar,

b)    kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah,

c)    jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda-beda,

d)    penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.

Pembelajaran kooperatif dilaksanakan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut (Trianto, 2009)

1          Menyampaikan tujuan pembelajaran dan perlengkapan pembelajaran.

2          Menyampaikan informasi.

3          Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.

4          Membantu siswa belajar dan bekerja dalam kelompok.

5          Evaluasi atau memberikan umpan balik.

6          Memberikan penghargaan.

B.   Ketrampilan Pembelajaran Kooperatif

Melalui model ini diharapkan tidak cuma kemampuan akademik yang dimiliki siswa tetapi juga ketrampilan yang lain.  Keterampilan-keterampilan itu menurut Ibrahim, dkk. (2000:47-55),dalam (Trianto, 2009) antara lain:

1          Keterampilan-keterampilan Sosial

2          Keterampilan Berbagi

3          Keterampilan Berperan Serta

4          Keterampilan-keterampilan Komunikasi

5          Pembangunan Tim

6          Keterampilan-keterampilan Kelompok

Terkait dengan model pembelajaran ini, (Trianto, 2009) menyebutkan Langkah- langkah sebagai berikut:

1  Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

2     Menyampaikan informasi Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan

3     Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

4     Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru membimbing kelompok- kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.

  1. Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

4.   Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok.

C    Model – model  Pembelajaran Kooperatif

Lima model pembelajaran tim siswa telah dikembangkan dan diteliti secara luas, terdapat tiga model pembelajaran kooperatif umum yang cocok untuk hampir seluruh mata pelajaran dan tingkat kelas yaitu:

  1. a. Students Teams Achievement Division (STAD),
  2. b. Teams-Games-Tournament (TGT),
  3. c. Jigsaw.

Dua yang lain merupakan kurikulum koprehensif yang dirancang untuk digunakan pada mata pelajaran tertentu pada tingkat kelas tertentu: Cooperative Reading and Composition (CIRC) untuk pengajaran membaca dan menulis di Team Accelerated Instruction (TAI)

Model-model ini seluruhnya menerapkan penghargaan tim, tanggungjawab individual, dan kesempatan yang sama untuk berhasil, namun dilakukan dengan cara-cara yang berbeda.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s