Silahkan mengisi buku tamunya!!!

4 responses »

  1. boertz says:

    KISAH DALAM HIDUP
    Dalam diri setiap manusia, sebenarnya terdapat sesuatu yang membuat dirinya besar karena mampu melakukan sesuatu yang mulia bagi kehidupan ini, karena setiap manusia mempunyai kerya tertinggi sepanjang hidup manusia adalah menjadi manusia itu sendiri. Sama halnya dengan keberanian, bahwa keberanian kadang menyamarkan dirinya dalam bentuk yang tidak konversional. Manusia senang dipuji tapi ingat PUJIAN memang lebih nikmat dari kritikan! tapi pujian bisa juga membuat kita lengah! mari kita ambil kritikan sebagai motivasi membenahi diri agar meraih sukses lebih tinggi.
    “Kupersembahkan tuk dinda seperti apa yang pernah kualami”
    Datangnya pujian jika dimaknai dengan kesombongan akan bisa membawa petaka bagi diri. Dan sebaliknya datangnya kritikan jika disikapi dengan kerendahatian, akan membawa kebaikan. Untuk itu, jangan pernah menanggap sebuah pujian sebagai satu sandaran keberhasilan, tapi anggaplah itu sekedar pencapaian antara yang harus digunakan sebagai batu pijakan menuju pencapaian berikutnya. Dan, jadikan datangnya kritikan sebagai upaya untuk membenahi diri. Dengan begitu, kritik dan bahkan hujatan dapat dijadikan batu loncatan selain pujian, untuk menapaki berbagai tantangan ke depan, demi tercapainya prestasi yang lebih tinggi.
    “KUPERSEMBAHKAN TUK DINDA SEPERTI APA YG KUALAMI”

  2. boertz says:

    “RESTORASI POHON MENGATASI PEMANASAN GLOBAL”

    Lelaki tua itu tak menghiraukan lumpur dimuara sungai yang berbatasan dengan pantai yang tak mudah untuk dilalui. Kakinya terus melangkah meski berat, tangannya terus menancapkan propagul (buah bakau dari pohon bakau). Beberapa propagul yang langsung berhadapan dengan gelombang pasang, ia ikatkan pada bambu yang ditancap. Lelaki tua itu setiap hari dilakukannya. Ia tak peduli apakah ada yang melihat atau tidak, usahanya untuk menanami tepian pantai dengan bakau, iapun tidak peduli dengan pendapat orang lain, tak terduga tiba-tiba dia didatangi seorang tetangganya dan mengatakan “Gila kau…. ngapain menancap biji itu, to nanti juga hanyut terbawa arus laut”. “Capek-capek saja kau menanam, tak ada uangnya,” “Pikirkan keluargamu…. sekarang sedang krisis, kok malah buang-buang tenaga gak dapat duit.” “Sudahlah, kita tunggu program pemerintah saja. kan ngak capek-capek buang uang, malah kita dapat uang dari proyek.” namun lelaki tua itu acuh tak menghiraukan apa yang dikatakan tetangganya tersebut. Kaki dan tangannya bergerak terus, hatinya penuh dengan harapan yang meluap-luap.
    Lima tahu tahun kemudian. Propagul kini berubah menjadi pohon bakau. Akar-akarnya mulai kokoh mencengkaram tanah lumpur. Batang-batangnya yang dihiasi akar tunjang (akar yang muncul dari batang atas dan menghunjam ke dalam tanah) yang mampu menahan gelombang dan mananmbat lumpur.
    Sosok tua penanam bakau itu tak berhenti mananam propagul, ia terus menancapkannya di tanah yang kosong di tepian pantai tanpa memperhatikan bahwa kini ikan, udang, kerang mulai bermunculan kembali di tepian pantai. Dari sela-sela hutan bakau yang telah pulih.
    Lain halnya dengan Jimly Asshiddigie kelak dua puluh tahun kedepan akan tercatat memiliki sebuah pohon bersertifikat atas namanya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Pohon itu baru berusia tiga tahun. Tingginya baru mencapai tiga meter. beberapa tahun kemudian, pohon itu akan menjadi sejarah bagi mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini. bahwa ia pernah menanam sebuah pohon.
    Ya, Jimly memang telah mengikuti sebuah program bernama Adopsi Pohon . Ibarat mengadopsi seorang anak, program ini menjadikan para adopter-sebutan bagi yang manjalankan adopsi-layaknya bapak atau ibu angkat mereka. Dan, anak-anaknya, adalah pepohonan. “Saya ikut program ini dan sebaliknya ini dilakukan berkala dan masif,” ujar Jimly.
    Selain Jimly, ada pula nama Teten Masduki. Sekjen Transparansi Internasional ini mengajak istri dan anaknya menengok pohon yang sudah diadopsinya dua tahun lampau. Menurut Teten, program adopsi pohon sangat bagus untuk mengajak banyak pihak peduli dengan hutan lindung yang banyak dijarah. “Ini sekaligus membantu problem ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan yang justru menjadi pengjarah hutan. “ungkap Teten.
    Begitu banyak nama yang tercatat menjadi adopter di TNGGP ini. Selain perseorang sejumlah perusahaan juga ikut. Di antaranya Indosat M2. Sharp, Toshiba, Bursa Efek Jakarta, dan Asian Calling. Tercatat “Total seluruh kawasan yang sudah diikutkan dalam program adopsi pohon adalah 97,4 hektare.
    Gubernur Sulawesi Selatan Dr. H.Syahrul Yasin Limpo, SH,MH. dengan salah satu programnya “Go Green” mencanangkan penanaman sejuta pohon yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu.
    Terkait dengan hal tersebut, upaya perbaikan lingkungan, terutama melalui penanaman pohon, perlu terus dilakukan. Hal tersebut tidak hanya tanggungjawab pemerintah, dan perusahaan tapi kembali lagi kepada masyarakat.
    Berbagai pihak yang turut andil dalam perubahan lingkungan, sudah banyak kalangan dunia usaha yang menjadikan penanaman pohon sebagai salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CRS). Penanaman 1.180 pohon di Taman Tebet, Jakarta Selatan pertengahan tahun silam dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Honda, Honda Prospect Motor (HPM) “Penanaman pohon merupakan program ‘hijaukan Jakartaku 5, ujuar Presiden Direktur HPM Yukihiro Aoshima.
    Siswa SMP dan SMU juga menjadi target kampanye Toyota Di Jawa dan Bali. Toyota telah datang ke sekolah-sekolah jenjang menengah itu untuk mempersentasikan isu “Global Warning” dan teknologi otomotif ramah lingkungan.
    Endes N Dahlan Dosen Fakultas Kehutanan IPB dalam hasil penelitiannya terbukti kalau pohon trembisi merupakan suatu terobosan untuk mengatasi pemanasan global. Alasannya, selain berfungsi sebagai tanaman peneduh, tanaman ini juga memiliki fungsi menyerap gas CO2 yang tinggi.
    PT Surveyor Indonesia tak mau ketinggalan dalam upaya turut menekan pemanasan global. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu melakukan penanaman pohon di wilayah Sentul Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, pemanasan global mengancam generasi sekarang dan yang akan datang. Namun kita masih punya kesempatan berbuat sesuatu untuk turut menyelamatkan lingkungan. Caranya: jangan berhenti menanam pohon.
    Memang dewasa ini pemanasan global menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi dampak perubahan lingkungan itu sudah di rasakan masyarakat luas baik itu di desa, pengunungan, pesisir pantai, di kota, bencana alam sudah terjadi dimana-mana, ribuan manusia meninggal hanyut dihantam badai. Pemerintah, masyarakat saling menuding, pengguna hanya diam? lalu siapa yang bertanggung-jawab yang disalahkan jatuhnya pada masyarakat, katanya masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan.? “Subhanallah”
    Kita butuh sosok seperti lelaki tua penanam bakau. Krisis di- ubahnya menjadi berkah. Dia mengubah tantangan menjadi peluang, kecemasan menjadi harapan dan celaan menjadi kekuatan. Dia mengubah dirinya dari sosok biasa menjadi penyelamat bagi lingkungannya. Dia tidak menunggu datangnya “ratu adil” penyelamat pantai, namun dia merebut takdir sebagai penyelamat.
    Lelaki tua itu semakin renta sepuluh tahun tidak terasa waktu berlalu. Hutan bakau itu terlihat makin lebat. Beragam satwa seperti burung, monyet, ular dan satwa laut mulai menjadi tambahan penghuni pantai. Air asin tak lagi menembus sumur-sumur penduduk disekitarnya.
    Apa makna dari lelaki tua renta itu?. Dimulai dari biji demi biji. Dia memulainya lebih dari sepuluh tahun lalu, mungkin awalnya hanya ide, tapi dia terus melastarikannya. Dia punya visi dan mewujudkannya hari demi hari. Sosok seperti ini TIDAK MUDAH dijumpai, namun selalu ada. Penanam bakau di pesisir tak selalu mendapat liputan?
    Secara pelan dan pasti dia telah menenbar kebaikan dengan keteladanan. membawa manfaat dan konsisten. Dia menempuhnya dalam senyap dan bahkan dalam kesendirian. Bahkan cacian, sindiran dan hambatan bahkan muncul dari lingkungan terdekat para penannam bakau.
    Untuk bergerak melestarikan lingkungan tidak butuh banyak ceramah, pidato-pidato. retorika dan diskusi-diskusi. Penyelematan lingkungan lebih pada pekerja nyata dan contoh faktual di lapangan. Salah satu contohnya adalah menanam tanaman di lahan yang rusak dan konsisten memeliharanya. Ini akan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk sadar lalu kemudian tergerak ikut serta. Kerusakan lingkungan bukan orang-orang biasa. Da’i atau pendakwah lingkungan, mereka yang memiliki visi dan mewujudkannya, sedikit demi sedikit, sampai terus melestarikan harapan-harapannya. Mereka hadir tanpa megobral ayat dan kata-kata indah. Mereka bekerja tanpa kontrak tertulis, imbalan dan liputan media. Mereka membebaskan dirinya dari tipuan pujian, jebakan jabatan, buaian gelar dan candu penghargaan. Kita merindukan mereka untuk mengembalikan alam dan lingkungan kita dalam keseimbangan sebagai bentuk syukur dan ibadah kita pada Allah.
    Kita butuh pada mereka yang apabila ditanya tentang perbaikan lingkungan, mereka akan menyatakan merekalah pelopor perbaikan. Nyatanya, mereka pelopor kerusakan.
    “Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Meraka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (Al Baqarah/2:11-12)
    Memeperbaiki lingkungan adalah salah satu tugas Nabi dan Rasul. Penerus Nabi dan Rasul adalah para ulama dan da’i yang terus menyeru ummat untuk memberi solusi, mengadakan perbaikan baik fisik, pemahaman maupun ruhiyah. “Dan tidaklah kami mengutus para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (Al An’am/6:48)”Wallahu a’lam bish shawab.

  3. sumina says:

    thank’s sangat menginspirasi..

  4. Johna576 says:

    Hi, yup this post is truly fastidious and I have learned lot of things from it bdkaeddadbea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s